NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  Turia (News)
 

Thu, 14 September 2017 13:39:47
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias
Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, tengah menggodok wacana penempatan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisia ...

  • 

Tes Urine Mendadak, Empat Polisi di Polres Nias Positif Narkoba

  • 

Tersangka Kasus Korupsi Nias Water Park Segera Disidang

  • 

Tinjau UN di Nias, Gubsu Aminkan Harapan Menkum HAM

  • 

Nias Bisa Kembangkan Energi Terbarukan dari Laut

  • 

Proyek Pembangunan Tower Listrik di Nias Sengaja Dihentikan

  • 

Masyarakat Nias Protes Program Presiden Dihentikan

  • 

JR Saragih Siap Promosikan Potensi Pariwisata Nias Selatan

  • 

Seorang PNS Kabupaten Nias Hilang di Medan

  • 

DPN RKIH Berharap Pembangunan Universitas Negeri Nias Dipercepat

  • 

Pemerintah Bidik Nias Destinasi Andalan Dongkrak Kunjungan Wisman

  • 

Gempa 5,5 SR Guncang Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

  Index  

  Last Commented
 
 

Sat, 18 November 2017 10:55:03 | Mohammad | Bali | 197.211.57.123
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan30 Responses

 

Wed, 15 November 2017 03:59:46 | jane | 44 palm street | 197.210.227.49
Suster Klara dan Rumah Inap Kasihnya32 Responses

 

Wed, 08 November 2017 22:19:40 | Angeraigo Laia | Kac,Bawolato | 114.125.37.92
Ferry Jet Jumbo Layani Pelayaran Sibolga-Nias 3 Jam1 Responses

 

Sat, 28 October 2017 13:25:32 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias selatan | 114.125.53.210
Editor Media Online Dipanggil Penyidik Poldasu7 Responses

 

Sat, 28 October 2017 11:31:35 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias Selatan | 114.125.53.148
Pemerintah Bidik Nias Destinasi Andalan Dongkrak Kunjungan Wisman2 Responses

 

Sun, 15 October 2017 14:41:09 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.Ulunoyo Nias Selatan. | 114.124.237.152
Kenapa Nias Tak Disukai Orang?6 Responses

 

Sun, 01 October 2017 19:29:32 | Hetiaro buulolo | Desa Amorosa kec.ulunoyo nias selatan | 114.124.166.62
Tersangka Kasus Korupsi Nias Water Park Segera Disidang2 Responses

 

Mon, 09 October 2006 02:01:00 | jason hulu (IP = 202.155.38.120) | NIAS
Kades Botona’ai Kec. Tugala Oyo Yang Dikenal Kebal Hukum Akhirnya Masuk Bui
Tugala Oyo (Berita Nias)

Masyarakat Desa Botona’ai Kecamatan Tugala Oyo secara tertulis menyampaikan keluhan kepada Bupati Nias tertanggal 31 April 2006 berisi tentang permohonan agar Kepala Desa Botona’ai atas nama Eliasa Gulö diberhentiakn dari jabatannya sebagai Kepala Desa.
Dalam surat yang disampaikan kepada beberapa instansi terkait termasuk DPRD Nias warga masyarakat Desa Botona’ai menjelaskan beberapa tindakan atau perlakuan Eliasa Gulö yang melawan hukum dan penyalah gunaan jabatannya sebagai Kades.

Beberapa point yang mendasari surat warga Desa Botona’ai tersebut meminta Camat Tugala Oyo untuk meminta mengusulkan pemberhentian Eliasa Gulö sebagai Kades diantaranya adalah mengingat Eliasa Gulö telah menjabat Kepala Desa sejak tahun 1988 sampai sekarang (selama 18 tahun). Kemudian Surat Bupati Nias Nomor : 141/912/Pemdes tertanggal 22 Desember 2005 tentang pengusulan pemberhentian Eliasa Gulö sebagai Kades Botona’ai.

Selanjutnya, pada tanggal 12 Januari 2006 telah dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD Nias tentang masalah Desa Botona’ai selama Eliasa Gulö menjabat sebagai Kepala Desa. Sebagai Pimpinan Rapat Damili R. Gea, SH menyimpulkan secara hukum Eliasa Gulö diberhentikan sebagai Kepala Desa Botona’ai. Dan berdasarkan Hasil Dengar Pendapat tersebut, DPRD Nias dengan suratnya Nomor : 141/1255/DPRD tertanggal 12 mei 2006 yang ditandatangani oleh Sirila Baeha meminta kepada Bupati Nias untuk menegaskan kembali kepada Camat Tugala Oyo menyangkut pengusulan pemberhentian Eliasa Gulö.

Labih jauh juga dijelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Bawasda Kabupaten Nias yang telah turun lapangan di Desa Botona’ai pada tanggal 1 s/d 8 Maret 2005 menyimpulkan bahwa terdapatnya kerugian negara sebesar Rp. 26.083.500,- (dua puluh enam juta delapan puluh tiga ribu lima ratus rupiah) akibat ulah Kepala Desa Botona’ai atas nama Eliasa Gulö yang tidak bertanggungjawab. Dalam hal itu Eliasa Gulö telah melanggar pasal 9 huruf F UU RI No. 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, yang menyebutkan bahwa Kepala Desa berhenti atau diberhentikan oleh aparat yang berwenang mengangkat karena diantaranya “melanggar larangan bagi Kepala Desa dimaksud dalam pasal 13 U RI No. 5 tahun 1979” yang mengatakan “Kepala Desa dilarang melakukan kegiatan-kegiatan atau melalaikan tindakan yang menjadi kewajibannya, yang merugikan Negara, Pemerintah, Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa.

Warga Desa Botona’ai yang dijumpai Berita Nias mengatakan kasus Kepala Desa Botona’ai Eliasa Gulö yang salah satunya adalah penyelewengan bantuan desa, Dana DPD/K, Dana IDT, PDM-DKE, P3DT. Kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Polres Nias. Dan berdasarkan Surat Kapolres Nias No. Pol : B/1267/V/2006/Reskrim tanggal 717 Mei 2006 bahwa pihak Polres Nias meminta persetujuan Bupati Nias untuk pemeriksaan penjabat Kepala Desa Botona’ai Kecamatan Persiapan Tugala Oyo.

Dalam suratnya diuraikan secara singkat kejadian kasus Eliasa Gulö yaitu berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Kabupaten Nias yang dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas dari Bupati Nias No. : BPK.090/04/SPT-SUS/2005/Rhs tanggal 23 Februari 2005 ditemukan adanya penyimpangan penggunaan dana pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan khususnya di Desa Botona’ai Kecamatan Alasa (saat ini Kecamatan Tugala Oyo) TA 2003 yaitu dari sejumlah dana dalam DPD/K TA 2003 tidak dilaksanakan secara keseluruhan sebagaimana yang terdapat dalam DURK/Daftar Usulan Kegiatan, yaitu terdapat pada Pos Anggaran Fisik berupa pemeliharaan Balai Desa Botona’ai tidak ada dilaksanakan dengan nilai uang sebesar Rp. 4.000.000.000,- (empat juta rupiah) sedangkan laporan pertanggungjawabab penggunaan dana telah dibuat oleh Tim DPD/K TA 2003 Desa Botona’ai Kecamatan Alasa, sehingga ditemukan laporan pertanggungjawaban yang fiktif.

Dari keterangan saksi-saksi dan bukti surat yang ada, maka dari perbuatan ketiga tersangka/Tim Pengelola DPD/K TA 2003 di Desa Botona’ai Kecamatan Alasa (saat ini Kecamatan Tugala Oyo) telah mengakibatkan kerugian Negara RI dalam hal ini Pemerintah Daerah kabupaten Nias sebesar Rp. 4.000.000.000,-
Berdasarkan temuan penyelewengan yang dilakukan Eliasa Gulö, maka masyarakat Desa Botona’ai berharap kasus ini dapat segera diproses dan sesegera mungkin diadakan pergantian dari Kepala Desa mereka.

Menurut nara sumber di Polres Nias yang layak dipercaya dan tidak mau menyebutkan identitasnya itu mengatakan, Eliasa Gulö Kades Botona’ai Kecamatan Tugala Oyo setelah izin dari Bupati Nias turun dan diperiksa oleh pihak berwajib, terbukti ada penyalahgunaan berupa dan DPD/K bernilai jutaan rupiah akhirnya ia masuk bui setelah diperiksa secara intensif (26/9) lalu diadakan penahanan. Berita Nias yang sempat melakukan konfirmasi kepada Eliasa Gulö diruang Satreskrim pada hari yang sama menjawab saya sudah terlibat korupsi penyalahgunaan Dana DPD/K sebesar Rp. 4 juta karena telah terlaksana.

Berita Nias yang memantau keberadaan Kades ketika memasuki ruang tahanan Polres Nias. Sangat disayangkan karena sebelum menempati ruangan terali besi dilarang menggunakan fasilitas Hp, rokok dan tali ikat pinggang kemudian menggunakan baju “tahanan Polres Nias”. (Jason Hulu)

Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

©2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000