NiasIsland.Com Logo

www.NiasIsland.Com
Providing you with some information about Nias Island

  (description not found)
 

Fri, 16 October 2009 13:15:27 | Black imuez | | 202.3.213.130

...

Ref: Cewek akper medan

  Index   Add

  Last Commented
 
 

Fri, 16 August 2019 10:58:56 | FRADESY RIRITIA | JAKARTA | 197.210.55.226
Peluang Usaha Bersama DT-88 Network20 Responses

 

Fri, 16 August 2019 09:04:10 | FRADESY RIRITIA | JAKARTA | 197.210.54.44
DPRD: Rencana Konversi Karet di Nias Dipertanyakan205 Responses

 

Tue, 13 August 2019 14:39:49 | Zalukhu | Medan | 36.89.141.178
Lulusan Akpol dan PTIK Terbaik Akan Ditugaskan di Nias3 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:58:47 | Ev. Roy Amudy ST.h | Jakarta Selatan | 182.0.180.54
LOWONGAN KERJA SEBAGAI ROHANIWAN9 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:54:46 | Yosia Winarso | Jl. Palapa VI. No. 126. Telkomas Makassa | 115.178.235.127
COMPASSION MINISTRY66 Responses

 

Tue, 13 August 2019 08:35:44 | Pdt.martinus | Poso | 180.249.202.55
Selamat kepada Tema Adiputra Harefa atas Raihan "Doctor of Ministry"17 Responses

 

Fri, 14 June 2019 11:49:38 | Paskah | Depok | 180.244.235.75
Lowongan Magang di Global TV4 Responses

 

First| Previous    Next|Last

Pick Date
No Resp-Time Resp-by Address Email IP
15. Thu, 12 February 2009 21:30:31 ZEGA Batam yedin_nias@yahoo.com.au 125.162.66.50
buat res. 10
makasih tulisannya "mado" maaf hanya sebagian saya tanggapi karena begitu banyak. Yang menyentuh saya adalah masalah kemanjaan tentang upah setelah NGO say goodbye untuk Nias. Ini berhubung karena saya lebih 2 tahun begabung dengan: US-NS MERCY SHIP, IMC, UNHCR, AMDA, CARITAS KEUSKUPAN SIBOLGA. (maaf bukan pamer). Kami sebagai volunteer tentunya membangun rumah didareah Bozihona Idanogawo, pada saat itu "TIDAK ADA ORANG NIAS YANG MAU DIGAJI RP. 50.000/ HARI" kurang tau kalau sekarang karena saya lagi diBatam. Tapi itulah selama Rekonstruksi-Rehabilitasi diPulau Nias yang banyak pekerja bangunan adalah dari Jawa dan Medan. Ironisnya, kontraktor pun kebanyakan dari luar Nias saat itu. Jadi paradigma manusia Nias saat itu adalah ketergantungan pada bantuan dari NGO atau LSM dan skala gaji yang manja (lebih baik tidak bekerja). Begitu banyak orang luar yang terjun langsung diNias bahkan tidak sedikit yang mempelajari budaya orang Nias yang hanya banyak bicara. Semoga saja sekarang ini orang2 kita yang kita cintai itu sudah merubah pola pikir mereka dan lepas dari ketergantungan terhadap apapun.

kisah nyata yang pernah saya liat didesa Bozihona pasca gempa 2005, LSM PUKET datang dan membagikan Jaring, mesin, perahu dan alat2 mancing lainnya kepada para korban gempa. Yang menyedihkan adalah alat2 itu dijual diluar desa Bozihona. Kita memberi bantuan rumah ukuran 6x6 anti gempa dan dari kayu import kalimantan, yang terjadi bahkan ada yang menjual rumahnya seperti kejadian didesa Tagaule dan Laira.
Kita mungkin bingung, tapi itulah "KITA".
Maaf jika ada yang salah ditulisan ini karena saya gak recheck lagi, dan saya orang Nias asli, bukan maksud saya menghina tapi semoga ini jadi acuan buat kita semua sebagai tolok ukur yang bisa dibandingkan demi kemajuan.

Saohagolo
Tuhan memberkati
16. Sat, 14 March 2009 08:06:09 AugusT Gunungsitoli Niasmale@Gmail.com 94.246.126.35
Apapun ceritanya, apapun resikonya, nias akan lebih baik bila menjadi propinsi ke depan. Buat yg pesimis dan hanya tau menilai negatif, met tidur aja,karena anda tdk ada keinginan sedikitpun untuk melangkah maju. Gak ada salahnya embrio pemekaran propinsi nias muncul untuk melahirkan propinsi nias ke depan. filasofinya, tanpa embrio gak mungkin ada yg lahir. Masalah kkn dsb, kayaknya dah membudaya di indonesia,bkn hanya di nias. Gak mungkin kita nunggu kkn bersih baru kita mau mekar. Sampai kapan pak?! Kita perlu menabuh gaung propinsi nias sejak dini, sehingga generasi nias yg masih sekolah dan kuliah terpacu dan bersemangat dari sekarang untuk hari depan yg lebih baik. Optimis yes, pesimis go to hell!
17. Sat, 14 March 2009 19:20:28 ARO WARUWU KALTIM aro.0910@gmail.com 125.167.218.65
TAMBAHAN VISI......
JANGAN PERNAH MEMBIARKAN WARGA NIAS SEMAKIN DI PERBUDAK OLEH PEMBODOHAN DAN KEBODOHAN ,MEMPERHATIKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MISKIN SEBAGAI PROSES PENCEGAHAN PEMBODOHAN DAN KEBODOHAN YANG BER AKIBAT KEMISKINAN......SEHINGGA NIAS DAPAT DI KATAKAN....

"NIAS KASIH...,NIAS BERSIH...,NIAS PEMIKIR...,NIAS BERHASIL...,DAN NIAS ABADI




YAAHOWU ...!!!
18. Mon, 16 March 2009 14:07:31 Tafati Hia,SE Bandung tafati_hia@yahoo.co.id 202.3.213.130
Yakin dan percaya dengan Nias di jadikan Propinsi pasti ada perubahan yg lebih baik.Kita lihat pemekaran di daerah lain seperti Papua Barat,Kalimantan Tengah mereka mampu bersaing dgn daerah lain.Sambil BERDOA,BERUSAHA,BERCERMIN kita pasti lebih baik dari hari KEMARIN,Nias belum terlambat.Sukses Selalu...........
19. Mon, 16 March 2009 15:09:16 Anotona Lase, ST Jakarta, Bandung anotonalase@yahoo.com 114.121.145.9
Ya'ahowu teman2 smua.. Saya sangat senang membaca tulisan tentang ini, meskipun ada kontra namun itu tetap adalah hal yang baik. dmana pada tujuan akhir kita adalah untuk NIAS yang MAJU.
Saya sangat setuju dengan pndapat teman di atas yang mengatakan bahwa ada 2 dampak dari pemekaran tersebut, yaitu membawa kebaikan dan kburukan. Kebaikan tentang dibentuknya Nias menjadi propinsi mungkin telah banyak kita dengar, termasuk pada pengantar tentang topik ini. Namun apakah teman2 smua tau apa akibat buruk nya jika suatu daerah yang sebenarnya tidak mampu (atau belum siap) untuk menjadi suatu propinsi maka yang terjadi adalah hal yang tidak kita inginkan. Coba liat saja daerah yang telah menjadi propinsi beberapa tahun belakang, persentase yang berhasil adalah sangat kecil. Namun sebagian tentunya ada yang berhasil. Ini bergantung pada tujuan awal dari dimekarkan suatu daerah tersebut. Mudah2an saja tujuan nya adalah murni utk NIAS.
Kalau ada yg salah, maaf ya..

Anotona Lase, ST
20. Mon, 23 March 2009 10:09:26 A.IVAN ZEBUA BATAM yamannias@yahoo.com 222.124.136.129
Yaahowu fefu... ndra talifusogu. he siso badano NIha ba simano goi ziso badano wekoli.....!!!! na uangerago todo gu huhuo ndrA ama ba ndra tali fuso sino fao ba wo be e zi sambua fangera-ngera..... oi mano yaiA ni wao mi balugu... lo si tenga... ha awai i fataria, ma asese niha nano modadao ia ba gurusi si baga-baga ba sogini-gini mano ni ila nia saae, ogolifu ira zazira nomege, ha awai i ni beegu mbua wangera-ngera khora ama ba talifuso fefu ba wo halowo goi go fefu dao enao mowaa,motola, modaha,mobulu,ba mowua, so niwao bagamaedola zatua fona : NAHASARA ZONDRA NAHA SARA LI TAOLIKHE GAWONI TA OLAE GULI NASI. YAAHOWU FEFU HE.. !!!!
21. Wed, 01 April 2009 15:43:21 Gustam Porsea peahouse@gmail.com 222.124.192.150
Setuju, mari kita kembangkan potensi daerah kita masing-masing, cuma persoalannya apakah orang-orang "dangkal" di medan sana rela. Protap yang sdh diperjuangkan puluhan tahun saja masih tetap diganjal-ganjal,
22. Wed, 22 April 2009 10:43:20 Mitha Jambi MithaZeb@yahoo.com 125.165.179.7
Yaahowu...
saya setuju dengan strategi untuk membentuk propinsi ini...
selain dari pengolahan SDA dan SDM jga menjadikan nias sebagai salah objek wisata di indonesia, saya ada sedikit pemikiran.
setiap saya pulng kenias saya berpikir kenapa di nias Industri rumah tangga kurang berkembang,hasil bumi kita seperti buah2an dan lain2nya bnyak ,kita lebih cenderung mengirim kemedan dari pada kita olah sendiri.
dulu saya pernah baca artikel dikoran nasional mengatakan klo ada beberapa jenis tanaman terutama buah2an yg hanya bisa tumbuh di P.nias.
sebenarnya ini menjadi perhatian kita semua,kita manfaatkan apa yg ada dinias ketimbang kita memberikannya kedaerah lain,dan krn kelebihan itulah kita dikenal.trus klo kita buka industri rmh tangga saja taraf kehidupan masyarakat kitapun akan lebih meningkat,dan tidak hrs berlomba2 pergi merantau mencari kerja didaerah org,bahwakan hal itu jga dapat memancing anak2 nias yg sdh selesai pendidikan pul kenias utk menbangun nias.
jdi ibaratnya petani2 kita tidak hanya menjadi buruh kasar saja tapi juga jd pengelolahnya.
kalau semuanya udah berjalan niscaya nias kedepan semakin maju...
23. Mon, 27 April 2009 21:15:16 N.A.Waruwu, MTh, DMin. Jakarta Timur n_asli09@yahoo.com 125.161.206.119
Nias menjadi satu Propinsi, merupakan sebuah kerinduan yang sudah lama terpendam. Dan mungkin saatnya sudah tiba untuk bangkit dari "keterbelakangan" yang kita sandang selama ini. Di tahun 1989, sebuah sindiran pernah dimuat di surat kabar SIB bahwa Pemuda Nias, saat keluar cukup rajin, gigih, terampil dan berhasil; namun saat kembali ketempat sendiri, berubah jadi ngantuk, tertidur dan mendengkur bahkan ada yang hanya jadi tukang kritik (memang hanya segelintir saja).
Membaca wacana dari pak Idealis, cukup brilian. Sebab semakin banyak kita pertanyakan what or why, semakin lahirlah jawaban dan alasan yang memang rational. Namun melalui tanya jawab yang semakin banyak itu, sering tanpa disadari, kita lupa sebuah ungkapan : "kalau bukan kita siapa lagi?" Mencari kelemahan dan kesalahan orang itu gampang, tapi yang paling susah adalah membentuknya dari "orang" menjadi "manusia." Prediksi negatif untuk mencapai US$18 penghasilan/kapita di thn 2030, pasti akan menghalangi langkah untuk start, apalagi bila dilihat kenyataan di daratan Nias saat ini. Tapi mari kita coba berprediksi positif bahwa NA HA TO SARA DODO, NA HA TO SARA LI, BA TOLA TA'OLIKHE GAWONI, BA TOLA TA'OLAE GULI NASI. Jaminan Firman Tuhan dalam Kejadian psl 11 adalah : apa saja yang dikerjakan dg didasari kesatuan dan kesehatian pasti terwujud.
Mari kita bangkit dan pikirkanlah Nias itu 5 - 10 tahun kedepan, bahwa Nias harus Sejahtera dan Mandiri.
Trimakasih motivasi dari bapak B.Laiya, MA. Semoga menjadi bahan bakar bagi kita semua.
Untuk #21, bukan mengganjal yang lain, tetapi Nias memang harus jadi satu Propinsi.
Trimakasih, mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan. Yaahowu!

Selamat Berjuang untuk Nias.
Tuhan Yesus memberkati.

Pdt.N.A.Waruwu, MTh, DMin.
24. Tue, 28 April 2009 02:19:30 lase Nias elwin_lase@yahoo.com 61.247.27.16
Mengenai hal pemekaran di Nias, kita jangan hanya meihat dari sisi atau hal-hal yang positif saja tetapi harus juga mengetahui apa saja dampak yang akan ditimbulkan dari pemekaran yang akan dilakukan..Pemekaran daerah tidaklah menjadi sebuah jaminan bahwa dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah tersebut
Mencapai hal-hal yang postif seperti di ungkap di atas tidaklah semudah membaikkan telapak tangan..
Tanpa adanya pemekaran juga hal-hal positif tersebut juga bisa tercapai, cobalah kita membenahi dulu sektor2 apa saja yang menjadi unggulan di Nias baik itu pada SDA maupun pembenahan SDM.
Pemekaran yang dilakukan bisa saja hanya menjadi kepentingan dari sebagian kelompok orang2 tertentu yang ingin memperoleh jabatan di Nias..
Untuk itu lebih baik membenahi yang sudah ada dari pada hanya bisa bermimpi tetapi tidak berusaha memajukan dan memangun yang telah ada pada saat ini..
26. Wed, 17 June 2009 10:49:55 A. Hasan Banda Aceh amhas_a@yahoo.com 125.165.51.121
Kita sudah punya modal lompat batu utk pariwisata, dan lompatan pembangunan di Kep. Nias memang harus dipacu kalau propinsi terwujud. Kita serahkan kpd Para KDH kita melompatkannya mau kemana Kep. Nia mereka bawa. Saya yakin kalau mereka bertekat, berpikir dan berbuat yg terbaik untuk Kep. Nias segalanya bisa terwujud dgn ridho Tuhan YME, amin,,,,,,, Yaahowu,,,,,,,, Saohagolo.......!.
28. Wed, 17 June 2009 13:03:19 Fasa Bogali Kab. Nias Utara fasazega@yahoo.co.id 120.161.194.235
oke-oke aja... mari bergandengan tangan untuk melaksanakan visi dan misi itu. tunggu apalagi ayo....!!!!!

ya'ahowu coy
29. Wed, 17 June 2009 19:56:22 mautano laia jakarta thano_star@yahoo.com 125.160.225.200
tpi jangan hanya skedar perjungan dan jangn hanya cukup dengan gandeng Tangannn

tapi,,

kita haruzzz serhkan dalam tangan Tuhan agar apa yang di rencakan dapet tercapai dan tidak jadi Sia_sia,,,

saohagolo fefu
30. Wed, 24 June 2009 18:17:18 Septenus Lahagu Jakarta septenus@ina.icbc.com.cn 118.97.50.226
Saya setuju. Jangan sebatas wacana tetapi kerja keras dan kerjasama (sebaliknya tidak saling menjatuhkan). Buktikan bahwa Nias bukan baru lahir tetapi sudah Dewasa yang seharusnya Nikah.
1. Thu, 12 March 2009 20:24:13 Calvin Zendrato Gunung Sitoli calinzend@yahoo.com 114.121.69.253
Cocok betul artikel ini dengan yang disampaikan oleh Pak Ebenezer Hia dalam Surat nya kepada Warga calon pemilihnya. Sangat luar biasa.

Berarti tidak salah dong kalo milih Pak Ebenezer Hia caleg dari Partai HANURA no. urut 5
2. Fri, 13 March 2009 07:57:27 ORY M JATIM oryjo@yahoo.co.id 125.164.73.61
Kelima : BERANI BERSUMPAH TIDAK MAKAN UANG HARAM.
3. Sat, 14 March 2009 11:40:49 senius halawa G.sitoli bill_jess@ymail.com 202.93.37.101
keenam : materi, sehingga ketika nantinya telah duduk sebagai seorang wakil rakyat yang terhormat, yang pertama terlintas dipikirannya bukan "Balikin Duit gw Dulu" tetapai bagaimana dia bisa merealisasikan janjinya yang seluas pulau Nias di DAPEMNYA masing-masing, Ya'ahowu
4. Tue, 24 March 2009 15:54:06 DPP HIMNI Jakarta dpp_himni@yahoo.com 125.208.155.25
Disamping hal-hal yang dikemukakan oleh penulis topik ini, perlkenankan kami melengkapi sebagai tambahan pencerahan bagi masyarakat kita. Dengan mengutip pendapat Masykurudin Hafidz, Sekretaris Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Jakarta yang mengatakan bahwa modal dasar warga masyarakat untuk menciptakan Pemilu 2009 berjalan demokratis dan berkualitas adalah menjadi pemilih yang cerdas, kritis, sadar, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihannya.

Bagaimana kita sebagai warga masyarakat mewujudkan pemilu agar berjalan demokratis dan berkualitas? Dari sekian banyak cara yang ada, strategi APIT (Amati, Pilih, Ikuti, Tagih) bisa dijadikan alur partisipasi tersebut.

Pertama, amati secara cermat para calon dari ragam partai dengan mencatat dan mencerna janji-janji politik mereka. Apakah para calon tersebut dikenal dan mengenal daerah setempat, bersih dari KKN, mempunyai kesungguhan dalam memperjuangkan nasib serta memperjuangkannya. Janji-janji politik para calon dicatat dan didokumentasikan dengan baik.

Kedua, pilih, yakni berikan suara kepada calon yang kita yakini mampu memperjuangkan aspirasi. Hasil catatan dan pengamatan terhadap para calon berguna untuk menentukan dan menjatuhkan pilihan kepada calon wakil rakyat tersebut. Pilihan ini juga sebagai wujud partisipasi dan garansi dalam menagih janji.

Ketiga, ikuti. Langkah ini perlu agar kepercayaan yang diberikan tidak disalahgunakan. Dengan mengikuti segala kebijakan wakil yang dipilih, dapat diketahui sejauh mana perjuangan wakil tersebut atas aspirasi rakyat yang memilihnya.

Keempat, tagih janji-janji yang telah disampaikan. Hal ini untuk mendorong para wakil terpilih menjalankan agenda dan janji yang telah diucapkan ketika masa kampanye.

Melalui strategi APIT ini, partisipasi masyarakat tidak hanya berlaku pada hari pemilihan, tetapi terus-menerus melakukan pengawasan terhadap langkah politik kebijakan yang dilakukan wakilnya.

Mekanisme ini juga menghindarkan para wakil rakyat dari kemungkinan mengelak dari kepentingan sosial konstituennya, serta tidak hanya memanfaatkan pada hari pemilihan saja.

Pada akhirnya, menjadi tugas segenap rakyat Indonesia untuk mengawal penyelenggaraan pemilu yang berkualitas, menuju negara Indonesia yang beradab. Pemilu 2009 adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk melakukan perubahan.

Dengan tetap kritis dan memilih partai politik dan calon legislator yang paling baik di antara yang ada, momentum ini mampu menghasilkan wakil-wakil yang berkualitas. Karena walau hanya lima menit di bilik suara, itu sudah cukup menentukan nasib bangsa lima tahun lamanya.

Edison Ziliwu (Sekum DPP HIMNI)
6. Sat, 11 April 2009 11:26:53 peduli Nias Medan nice_cupid@rock.com 125.162.8.210
untuk membuat pulau Nias semakin dikenal dan semakin maju dan juga makmur tentunya tidak semudah membalik telapak tangan.
semua hal itu akan terwujud jika semua masyarakat nias dapat menyatukan visi dan misi dan bersama membangun nias dan menjadi salah satu daerah yg benar benar diperhitungkan di negara RI ini.
Seorang Putra Nias telah muncul ditengah tengah kita untuk membawa visi dan misi ini untuk masa depan Nias Yaitu : Ir.Sudirman Halawa S.H
Menurut saya putra Nias ini patut kita perhitungkan dan kita beri kepercayaan untuk membangun pulau nias ke arah yg lebih baik.
7. Sat, 15 August 2009 11:52:39 Toris Medan aguszamago@yahoo.com 125.165.43.242
Kedua, berpengalaman. Lihat track record caleg. Apakah dia sudah teruji, apakah dia mempunyai masa lalu yang baik dan berhasil? Sangat baik bila caleg yang dipilh mempunyai pendidikan yang lebih tinggi, mempunyai pengetahuan yang luas dan mempunyai pengalaman yang baik. Pelajari riwayat hidupnya. Bila dia mempunya riwayat hidup yang baik maka dia berpotensi baik. Lihat apakah dia sudah berbuat untuk negara, bangsa, daerah dan masyarakat; orang ini adalah negarawan dapat dipertimbangkan. Cari tahu, apakah dia orang yang bersosial, apakah sering berbuat untuk kepentingan bersama; kalau tidak atau baru kelihatan sekarang ketika kampanye ini, maka sebaiknya hati-hati, jangan termakan kata-kata.

First| Previous    Next|Last

Number of records = 90704
Response:
Your Name:
City or Home Address:
Email:

Responlah dengan sopan, tidak kasar, tidak merusak nama baik pihak lain, bukan fitnah, atau tidak bersifat ancaman maupun caci-maki.

Hindari menanggapi topik / respon yang tidak layak atau tidak pantas sehingga tujuan si pembuat topik / respon tidak tercapai.

Hindari menggunakan nama samaran yang mengacu pada nama atau identitas orang lain.

2000-2008 NiasIsland.Com. All rights reserved.

The first version was launched on 9 Sept 2000